Dan (untukku) Ternyata SMA telah berakhir

7d28d-_7003552

Bagiku memang terasa sangat cepat sekali masa SMA.

Karena aku sangat menikmati setiap apa yang aku lakukan di SMA. Mulai belajar di kelas, ikut lomba, hingga berorganisasi. Banyak sekali pengalaman yang telah aku dapat. Berkenalan dengan banyak orang. Sifat orang. Cara menghadapi tipe-tipe orang tertentu. Yang semua itu tidak kita dapat dari bangku di dalam kelas.

Sekolah belum lengkap jika kamu belum ikut organisasi. Han Habibi

Dan sekarang pun, aku harus lulus – ya iyalah. Alhamdulillah aku dapat sekolah tinggi yang sesuai dengan harapanku dan harapan orang tuaku. Aku sangat bersyukur sekali akan hal itu. Dapat membahagiakan orang tua, sekalian membangun masa depanku. Tentu menyenangkan bukan?
Aku sekarang menempuh pendidikan di Denpasar. Tepatnya di STAN Denpasar dengan spesialisasi perpajakan. Sesuatu hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sempat terpikir ‘belajarnya nanti kaya gimana ya?’. Dan berbekal dengan semangat dan semangat tanpa takut, aku belajar perpajakan. Pelajaran yang sangat bertolak belakang dari basic ku di SMA – IPA.
Tapi itu (lagi-lagi) bukan alasan untuk aku belajar.
Kabeh ilmu nyoto nang donyo, mesti iso disinauni, nek enek niat karo tekad seng tenanan. (Semua ilmu pasti di dunia, pasti bisa dipelajari, jika ada niat dan tekad yang sungguh-sungguh)   Sujiati

   Perlahan tapi pasti.

Ya itulah slogan yang masih aku pakai hingga sekarang. Aku belajar mulai dari nol. Dan itu ternyata aku tidak sendirian. Mayoritas dari kami yang diterima di STAN adalah anak IPA – tanpa maksud untuk sombong – yang sama-sama berjuang belajar bersama dan lulus juga bersama.
Hingga memasuki bulan ke-6 aku di sini. Aku sudah merasa cocok dengan segala kondisi di sini. Nyaman untuk ku belajar, berkehidupan sosial, beribadah. Semuanya sangat mendukung.
Kembali lagi bercerita tentang sekolah.

source : realbalitravelservice.com

Di sini, di kuliah ku, terasa sangat berbeda dengan kebanyakan dari perguruan tinggi umum yang lainnya. Setidaknya itu yang aku rasakan hingga sekarang. Model pembelajarannya banyak berkutat dengan diskusi, pemecahan masalah atau kasus. Sehingga, tugas yang diberikan terasa sangat sedikit. Ya meskipun tetap ada tugas yang harus dikerjakan. Tapi itu jumlahnya bukan seberapa dibanding dengan universitas umum.
Di sini, lagi-lagi di sini, aku tidak akan menyianyiakan waktu dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Aku pun mengunjungi wisata-wisata yang ada di sini. Bersyukur atas besarnya kuasa-Mu. Kuasa yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Kuliah gratis liburan asik!

Bertanya, berkomentar itu tidak berbayar

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: